Jumat, 21 Agustus 2015

Kamu^^

Kamu, Keindahan yang bisa kunikmati secara nyata, jelas, dan dekat. Kau juga memberikan kenyamanan yang membuatku tak bisa menahan senyum saat mengingatnya. Tapi, itu dulu.. Tidak, sekarang. Kamu, tidaklah jauh, namun hatiku sakit saat mengingatmu. Kamu yang rasanya semakin jauh, menemukan sosok lain yang bisa mengisi hari-harimu. Bahkan kamu lah yang mengisi hari-harinya. Aku, kamu mungkin tidak melupakan aku, tapi itu saat ini.. bagaimana nantinya? Saat kau sudah jauh.. saat lingkungan kita sudah tak lagi sama. Semuanya akan berubah. Tidak usah menunggu nanti.. sekarang pun sudah berubah. Apakah ini hanya perasaanku saja? Tapi pada kenyataannya bukan hanya aku kan? Aku hanyalah salah satu diantara wanita-wanita yang kau beri ucapan manis yang sebenarnya memang sangat ampuh untuk meluluhkan hati para wanita. Tapi, disini aku merasa kecewa. Kenapa situasi kita tidak selalu tepat? Ah, bukan kita. Tapi aku. Aku yang terlalu bodoh memiliki perasaan kepadamu yang jelas-jelas tak mungkin kumiliki. Hahaha. Aku ingin tertawa, betapa menyedihkannya aku yang masih mempertahankan perasaan ini, untukmu.

Selasa, 11 Agustus 2015

Kemana? tersesat.

Saat berjalan diwaktu malam
Seringkali aku tidak sendirian
Begitu juga waktu itu
Langkah kami beriringan di bawah langit malam
Gelap, hitam tapi putih
Mendung
Aku tak mengerti, kenapa bintang tidak muncul malam ini?
Tidak ada bulan yang menerangi perjalanan kami
Mendung tanpa suara gemuruh begitu pun hatiku yang sangat rapuh
Langkah kami sama namun tak berirama
Sejalan namun tak seimbang
Begitu juga hati kami yang tak akan berada dalam satu lintasan
Kami bersebelahan namun tak saling menggenggam
Mata kami saling menatap namun saat haluan
Aku mempercepat langkah mengimbangi hati yang tak karuan
Karena aku tau di depan akan ada tantangan
Kami berpisah di persimpangan berbalik memberi salam perpisahan
kemudian pergi tanpa tujuan
Namun aku terus mencari jalan
Membiarkan banyak linangan yang sedari tadi tertahan
Setelah beberapa lama berada dalam kebingungan
Kembali aku menatap awan
Menanggalkan sebuah angan
Merasakan lebih dalam
Hancurnya sebuah perasaan :')

Minggu, 09 Agustus 2015

Aku harus apa?

Sekarang bagaimana? Jika alasannya tersenyum bukan lagi kamu, Alasannya ia bahagia adalah seringkali karena orang lain Dia tertawa saat bersamamu Tapi ia bahagia karena orang lain Menyedihkan kah? Ini adalah hidupnya, mungkin kau tak berhak untuk terluka. Namun terkadang hati tak ingin mendengar apa yang dikatakan logika. Aku hanya bisa diam, menghembuskan luka dalam tawa :')