Rabu, 23 September 2015

Waktu

Tentang waktu..
Andai aku tahu,
Tapi semuanya sudah belalu.
Andai bisa ku ulang lagi masa itu,
Namun itu hanyalah sebuah harapan yang semu.
Karena waktu tak akan mampu berjalan mundur.

Andai aku tahu,
kala itu adalah saat-saat terakhir bersamamu.
Kebersamaan kita.
Saat kita berada dalam satu ikatan waktu.
Yang sudah pasti, kini tak bisa ku harapkan lagi.

Waktu memberi kesempatan baru,
Aku harus mampu.
Menepis kesedihan atas ketiadaan.
Bertahan dan memulai harapan baru.
Haruskah aku menyesali keadaan itu?
Harusnya tidak. Ikhlas adalah sebuah keharusan atas diriku.

Waktu memberi pelajaran pada kita semua.
Segala hal yang sudah dimakan waktu  akan habis dengan sendirinya.
Yang tersisa hanya sesuatu untuk dikenang dan direnungkan.
Yang sudah berlalu biarlah tersimpan. Kita jadikan landasan untuk bertahan.
Memulai langkah demi langkah tanpa melupakan.
Karena sejatinya waktu adalah rahasia.
Yang bagi siapa pun adalah sebuah misteri dalam cerita.

Kini sudah habis masanya kebersamaan kita. Semoga kau tenang di sana, dan aku bisa ikhlas menerima semuanya. #AA



AA

Minggu, 20 September 2015

Pada Akhirnya

Pada akhirnya
Aku memang harus menyerah menyalahkan
Aku harus mengalah
Aku yang salah
Karena memang pada dasarnya
Dia tak pernah memiliki perasaan yang sama
Terimakasih kau telah mengaggapku ada
Memberikan aku kesempatan untuk rasakan kebersamaan kita
Memendam segala asa
Mengabaikan segala logika
Kini sudah hampir habis masanya
Segala perasaan yang kupunya,
Kini harus dipendam sedalam-dalamnya
Aku tak akan memaksa hatiku melupakannya
Karena aku sempat bahagia juga karenanya
Akan kubiarkan semua mengalir apa adanya
Yang kubutuhkan mungkin waktu, mengaggap semua hal yang dulu kuanggap biasa karena cinta
Kink harus dirubah pemahamannya
Terimakasih, untuk semuanya, kangπŸ˜‚

Jumat, 18 September 2015

Sakit Lagi

Aku merasakannya lagi, sesuatu yang sebenarnya aku benci.
Namun selalu aku nikmati dengan hati tanpa kendali.
Aku masih tersesat, tolong bantu aku mencari jalan.
Tapi jangan tarik aku, aku takut terbawa dunia yang baru.
Meski baru, namun akhirnya akan tetap seperti itu.
Aku takut terjatuh pada perasaan yang utuh, lama kelamaan akan terkikis dan akhirnya mencari dan berganti lagi.
Namun kini aku rasakan derita menahan diri.
Dari rasa iri juga benci.
Aku ingin menjaga perasaan ini sampai nanti.
Karena aku lelah mencari ataupun nantinya juga pergi.
Tapi hati ini tetap ingin diakui. Lalu bagaimana dengan akhirnya nanti?
Ah, kau bertanya lagi?
Tunggu saja hingga saatnya nanti, ketika hati ini benar-benar ikhlas menerima kekurangan diri.
Ketika perasaan ini menjadi suci karena ridho sang Illahi.
Semoga saat nanti, semua akan berbalik pada suatu hal yang terbaik. πŸ˜‚πŸ˜‚πŸ˜Š