Aku merasakannya lagi, sesuatu yang sebenarnya aku benci.
Namun selalu aku nikmati dengan hati tanpa kendali.
Aku masih tersesat, tolong bantu aku mencari jalan.
Tapi jangan tarik aku, aku takut terbawa dunia yang baru.
Meski baru, namun akhirnya akan tetap seperti itu.
Aku takut terjatuh pada perasaan yang utuh, lama kelamaan akan terkikis dan akhirnya mencari dan berganti lagi.
Namun kini aku rasakan derita menahan diri.
Dari rasa iri juga benci.
Aku ingin menjaga perasaan ini sampai nanti.
Karena aku lelah mencari ataupun nantinya juga pergi.
Tapi hati ini tetap ingin diakui. Lalu bagaimana dengan akhirnya nanti?
Ah, kau bertanya lagi?
Tunggu saja hingga saatnya nanti, ketika hati ini benar-benar ikhlas menerima kekurangan diri.
Ketika perasaan ini menjadi suci karena ridho sang Illahi.
Semoga saat nanti, semua akan berbalik pada suatu hal yang terbaik. 😂😂😊
Namun selalu aku nikmati dengan hati tanpa kendali.
Aku masih tersesat, tolong bantu aku mencari jalan.
Tapi jangan tarik aku, aku takut terbawa dunia yang baru.
Meski baru, namun akhirnya akan tetap seperti itu.
Aku takut terjatuh pada perasaan yang utuh, lama kelamaan akan terkikis dan akhirnya mencari dan berganti lagi.
Namun kini aku rasakan derita menahan diri.
Dari rasa iri juga benci.
Aku ingin menjaga perasaan ini sampai nanti.
Karena aku lelah mencari ataupun nantinya juga pergi.
Tapi hati ini tetap ingin diakui. Lalu bagaimana dengan akhirnya nanti?
Ah, kau bertanya lagi?
Tunggu saja hingga saatnya nanti, ketika hati ini benar-benar ikhlas menerima kekurangan diri.
Ketika perasaan ini menjadi suci karena ridho sang Illahi.
Semoga saat nanti, semua akan berbalik pada suatu hal yang terbaik. 😂😂😊
Tidak ada komentar:
Posting Komentar