Penuh. Penat.
Gadis itu merasa sudah terlalu banyak hal yang ia pikirkan. Rindu. Ia rindu ketenangan.
Merenung.
Memikirkan apa saja yang telah dilalui.
Meresapi kepedihan menyimpan segala kenangan.
Di sini, tempat yang gadis itu rindukan.
Duduk merasakan kesejukan di kakinya.
Tangannya mulai mencoba meraih aliran di bawahnya.
Air.
Beberapa menit saja berada di sana.
Menghanyutkan segala keresahan.
Membiarkan air membawa pergi semua kegelisahan dan luka yang ia rasakan.
Perlahan ada sesuatu yang keluar dari matanya.
Gadis itu tak bisa membendung lebih lama, air mata.
Menjadi pelampiasan luka yang tak mampu diucap kata.
Segala sesuatunya dibiarkan mengalir apa adanya.
Alirannya tak terhenti, menjadi saksi bisu gadis itu mengadu.
Doanya kepada Tuhan tak jemu-jemu agar ia mampu bertahan.
Gadis itu mulai beranjak, membasuh segala bekas rasa lelahnya kemudian tersenyum. Ia sadar hidup harus terus berjalan, dan ia meninggalkan tempat itu dengan langkah penuh harapan.
Membiarkan aliran air meredam semuanya dan membawa pergi hal yang tak pasti.
Semoga tidak lagi :)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar