Minggu, 19 Juli 2015

Menanti Pelangi

Gadis itu menatap sayu warna kelabu. Pandangannya tak menentu, sesuatu merasuk ke dalam pikirannya dan membuat hati gadis itu semakin pilu. Mengingat suaranya yang menenangkan jiwa, membuat gadis itu tak mampu menahan rona senyum di wajahnya. Tapi derita hatinya masih tetap menggetarkan batinnya. Susuatu yang hanya mampu dijawab oleh sang waktu. Mengenai janji yang pernah diucap seseorang waktu itu, seketika membuat hatinya menjadi beku. Yang kini perlahan meleleh bersama linangan air mata tak terduga, Karena melihat setiap realita yang ada di hadapannya secara tiba-tiba. Bagai pelangi, kalimat itu tak mampu ia gapai. Posisi itu tak akan mampu ia raih. Di mana ia merasa sempurna akan kehadiran sosok penyemangat dalam hari-harinya. Kini yang ia peroleh hanyalah sesak dalam dada, tak mampu ia berkata untuk meluapkan emosinya. Membiarkan linangan air mata itu mengering dengan sendirinya. Menunggu hingga keajaiban. Keajaiban yang juga mempersulit jalan pikirnya saat hilang; munculnya pelangi :)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar