Rabu, 29 Juli 2015

Tak Seperti Dulu

Kesibukanku tak tertahankan minggu-minggu ini. Mempersiapkan segala hal tentang sekolah. Namun kesibukanku tak pernah membuatku lupa tentang dirimu, yang rasanya... Ah, apa lah kamu ini selalu saja bisa mencuri pikiranku. Tapi tak seperti dulu, di mana aku slalu berbunga-bunga saat memikirkanmu. Akhir-akhir ini aku lebih sering menangis, dalam diam. Akhirnya aku menyesali sebuah pertemuan, antara aku dan dirimu. Kenapa kita harus dipertemukan jika akhirnya kita akan berpisah? Ah seringkali aku tak kuasa menahan air mata membayangkan sepinya hidupku tanpa sapa dan candamu dalam hari-hariku. Semuanya sudah mulai nampak, sikapmu tak seperti dulu. Kamu berubah. Kedekatan kita tak seperti dulu. Atau aku sepertinya? Kita tak seakrab dulu. Ada sesuatu yang hilang dari percakapan kita melalui pesan singkat. Sesuatu yang hangat, sesuatu yang sangat aku rindukan; kata mesra. Mungkin bukan mesra, bisa dibilang itu adalah kedekatan kita. Aku selalu menanti-nanti sapaanmu seperti dulu yang kini tiada, perhatian-perhatian kecil yang dulu selalu kau berikan namun kini sirna. Ah, mungkin dia bosan. Atau sebenarnya kita memang punya massa? Bodohnya aku yang terlalu jauh menafsirkan semuanya adalah cinta karena kini yang kurasa hanya semu. Aku kecewa. Tapi dibalik rasa kecewa pasti ada harapan. Harapan dimana kau tidak akan pernah melupakan aku, seumur hidupmu. Walau aku tau itu takkan mungkin bagimu tapi yah.. Aku telah jatuh hati padamu. ☺☺

Tidak ada komentar:

Posting Komentar