Rabu, 15 Juli 2015

Kamu

Kamu, Keindahan yang bisa kunikmati secara nyata, jelas, dan dekat. Kau juga memberikan kenyamanan yang membuatku tak bisa menahan senyum saat mengingatnya. Tapi, itu dulu.. Tidak, sekarang. Kamu, tidaklah jauh, namun hatiku sakit saat mengingatmu. Kamu yang rasanya semakin jauh, menemukan sosok lain yang bisa mengisi hari-harimu. Bahkan kamu lah yang mengisi hari-harinya. Aku, kamu mungkin tidak melupakan aku, tapi itu saat ini.. bagaimana nantinya? Saat kau sudah jauh.. saat lingkungan kita sudah tak lagi sama. Semuanya akan berubah. Tidak usah menunggu nanti.. sekarang pun sudah berubah. Apakah ini hanya perasaanku saja? Tapi pada kenyataannya bukan hanya aku kan? Aku hanyalah salah satu diantara wanita-wanita yang kau beri ucapan manis yang sebenarnya memang sangat ampuh untuk meluluhkan hati para wanita. Tapi, disini aku merasa kecewa. Kenapa situasi kita tidak selalu tepat? Ah, bukan kita. Tapi aku. Aku yang terlalu bodoh memiliki perasaan kepadamu yang jelas-jelas tak mungkin kumiliki. Hahaha. Aku ingin tertawa, betapa menyedihkannya aku yang masih mempertahankan perasaan ini, untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar