Kamis, 16 Juli 2015

Sekat

Harusnya malam ini sempurna penuh harapan. Tapi lagi-lagi ada rasa sakit yang seketika muncul aku rasakan. Susuatu yang akan membunuhku dengan perlahan jika kuteruskan. Namun apa upaya aku tak bisa menghentikannya. Aku takkan pernah bisa menggantikan posisi bintang yang paling terang. Pesonanya yang membuatmu menatap lebih lama. Sehingga kepalamu selalu menghadap ke atas. Kau lupa bahwa aku sedari tadi berada di belakangmu. Berusaha menyamakan posisi agar dapat berada di sampingmu. Berkali-kali aku tersandung dan kau hanya menoleh bertanya, Apa kau baik-baik saja? Seutas senyum yang kuberikan mulai membuatmu ragu. Iya, aku baik-baik saja. Dan kembali perhatianmu tertuju pada bintang itu. Aku berusaha bangkit sendiri, menahan sakit dan menatap diriku yang rapuh. Aku menyeka air mataku yang mulai berjatuhan. Mengambil satu persatu langkah untuk mengejar bintang pujaanku sendiri. Aku ingin masuk dalam duniamu. Tapi, apakah aku mampu? Dengan segala tingkahmu, dan segala kekuatanku, apa aku bisa? Niscaya, mungkin ada sesuatu yang akan sulit aku tembus. Sekat yang akan selalu memisahkan daya dan upaya sehingga semuanya sia-sia. "Biasakah kau jelaskan padaku nama sekat itu? :'))" #AA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar